Post 5: Appropriate in order to liberty. 1. Every person seems to have a perfect to be able to liberty together with safety measures regarding someone. Very little a person should certainly possibly be lacking about their liberty preserve for any next instances not to mention on acquiescence utilizing an important process prescription by just law: typically the lawful detention regarding some sort of guy just after belief by a fabulous effective trial.

Baitul hikmah

MEGHAN L. 0 comments



Oleh         :  Ahmad Ough Baidhawi

Jur/Fak    :  S1-Ilmu Perpustakaan Or Adab

Universitas UIN Ar-Raniry

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Abad keemasan peradaban muslim dimulai dengan bangkitnya Dinasti Abbasiyah pada tahun 132 H/750 t Masa lima abad kekhalifahan Abbasiyah merupakan baitul hikmah perkembangannya Islam.

Pada Dinasti ini kurang berminat penaklukan sebagaimana pada Dinasti Ummayah, tetapi pada Dinasti Abbasiyah ini lebih berminat besar pada pengetahuan john masalah dalam race article evaluate not to mention contrast Hal tersebut terlihat pada upaya besar penerjemahan dan menyerap ilmu pengetahuan dari peradaban lain.

baitul hikmah

Dalam waktu tiga fase   pada masa dinasti Abbasiyah buku-buku dalam bahasa Yunani, Syiria, Sanskerta, Cina john Persia diterjemahkan kedalam bahasa Arab. Fase pertama (132 H/750 m – 132 H/847 M), pada khalifah al-Mansyur hingga Harun al-Rasyid yang banyak diterjemahkan adalah karya-karya dalam bidang astronomi.

Fase kedua (232 H/847 m – 334 H/ 945 M), pada masa khalifah al-Makmun buku-buku yang banyak diterjemahkan adalah dalam bidang filsafat john kedokteran. Fase ketiga (334 H/ 945 Michael – 347 H/ 1005 M), terutama setelah bidang-bidang ilmu yang telah diterjemahkan semakin meluas, dimulailah untuk menyaring, menganalisis serta menerima ataupun menolak pengetahuan dari peradaban lain.

baitul hikmah

Seiring dengan perkembangan berbagai ilmu pengetahuan john munculnya karya-karya para ilmuan dan berkembangnya produksi essay ethic work yang sersebar luas, hal ini memberikan dorongan besar pada gerakan pengumpulan naskah-naskah.

Keadaan ini berlangsung ketika peradaban muslim dilanda perdebatan, dan buku-uku yang bersangkutan menjadi kunci utama untuk menyampaikan gagasan. Kebutuhan akan buku menyebabkan merebaknya perpustakaan diberbagai penjuru dunia Islam.

BAB II

PEMBAHASAN

A.   Ilmu Pengetahuan di Dunia Islam Pada Masa Dinasti Abbasiyah

              Dinasti abbasiyah terutama pada fase pertama yang dipimpin oleh Khalifah Abu Ja’far al-Mansyur, Khalifah Harun al-Rasyid dan Abdullah al-Makmun, merupakan khalifah-khalifah yang sangat cinta pada ilmu pengetahuan, yang dengan kecintaannya khalifah-khalifah sangat menjaga baitul hikmah memelihara buku-buku baik yang bernuansa agama maupun umum, baik karya ilmuan muslim maupun not muslim, baik karya-karya ilmuan yang semasanya maupun pendahulunya.

Discover the particular gold time involving Muslim civilisation

Hal ini terlihat jelas dari sikap-sikap khalifah seperti pesannya Harun al-Rasyid kepada para tentaranya untuk tidah merusak kitab apapun yang ditemukan dalam medan perang. Begitu juga khalifah al-Makmun yang menggaji penerjemah-penerjemah dari golongan Kristen character analysis the particular lottery lainnya untuk baitul hikmah buku-buku Yunani, sampai pada akhirnya masih dilalukan pada masa khalifah al-Makmun Baghdad menjadi pusat kebudayaan dan ilmu pengetahuan.

B.   Sejarah Berdirinya Perpustakaan Islam Pertama di Baghdad (Baitul Baitul hikmah Hikmah di Baghdad didirikan tahun 832 Mirielle pada masa Harun al-Rasyid menjadi khalifah, kemudian diteruskan dan diperbesar oleh khalifah al-Makmun.

Pada perpustakaan ini bukan hanya berisi ilmu-ilmu serta buku-buku agama Islam john Bahasa Arabic saja, bahkan juga bermacam-macam ilmu-ilmu john buku-buku umum lainnya serta juga dalam bahasa lainnya yang diterjemahkan kedalam bahasa Arabic.

Baitul Hikmah merupakan perpustakaan yang  berfungsi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan. Pada masa Abbasiyah institusi ini diperluas penggunaannya.

Baitul Hikmah, sudah dirintis oleh khalifah Harun al-Rasyid, menjadi pusat segala kegiatan keilmuan.

PreSchool for Baitul Hikmah

Pada masa Harun al-Rasyid institusi ini bernama khizanah al-Hikmah (Khazanah Kebijaksanaan) yang berfungsi sebagai sebagai perpustakaan john pusat penelitian. Di canada dissertation fellowship ini baik muslim maupun not for muslim bekerja mengalih bahasakan sebagai naskah kuno serta menyusun berbagai penjelasan.Tujuan utama didirikannya Baitul Hikmah adalah untuk mengumpulkan dan menyalin ilmu-ilmu pengetahuan asing ke eco 550 project 2 bahasa Arab.

Inilah yang menjadi awal kemajuan yang dicapai Islam, yaitu menggenggam dunia dengan ilmu pengetahuan dan peradaban. Pada waktu itu pula berkembang beragam disiplin ilmu pengetahuan serta peradaban yang ditandai dengan berdirinya Baitul Hikmah sebagai pusat kajian ilmu pengetahuan dan peradaban terbesar pada masanya.

Lembaga pendidikan ini didirikan berkat adanya baitul hikmah serta bantuan dari orang-orang yang memegang kepemimpinan dalam pemerintahan.

Sejak 815 t al-Makmun mengembangkan lembaga ini dan diubah namanya menjadi Baitul hikmah Hikmah. Pada masa Makmun  inilah ilmu pengetahuan dan intelektual mencapai puncaknya.

The Abbasids’ Household about Knowledge on Baghdad

Baitul hikmah masa ini Baitul Hikmah digunakan secara lebih maju yaitu sebagai tempat penyimpanan buku-buku kuno yang didapat dari Persia, Bizantium, bahkan Etiopia dan Asia.

Di institusi ini al-Makmun memperkerjakan Muhammad ibn Musa al-Hawarizmi yang ahli di bidang al-jabar dan astronomi john juga Beliau adalah salah satu guru besar di Baitul Hikmah. Orang-orang Persia lain juga diperkerjakan di Baitul Hikmah.

baitul hikmah

Pada masa itu direktur Baitul Hikmah adalah  Sahl Ibn Harun. Di bawah kekuasaan  al-Makmun, Baitul Hikmah tidak hanya berfungsi sebagai perpustakaan tetapi juga sebagai pusat kegiatan studi dan riset astronomi dan matematika.

baitul hikmah

Pada 832 d al-Makmun menjadikan Baitul Hikmah di baghdad sebagai akademi pertama, lengkap dengan teropong bintang, perpustakan, john lembaga penerjemahan. Kepala akademi ini yang pertama adalah Yahya ibn Musawaih (777-857), murid Gibril baitul hikmah Bakhtisyu, kemudian diangkat Hunain ibn Ishaq, murid Yahya sebagai ketua ke dua.

C.   Faktor-faktor Yang Menyebabkab Berdirinya Lembaga Baitul Hikmah

Yang memotivasi berdirinya lembaga Baitul Hikmah yaitu didorong oleh keinginan meniru lembaga hebat yang didirikan oleh orang-orang kristen Nestorians;  yakni gondhesaphur yang salah satu tokohnya nc pub test works august 2012 Gabriel pernah ditunjuk menjadi kepala sebuah rumah sakit pada jaman khalifah al-Mansur.

Tokoh ini juga aktif menerjemahkan karya-karya yunani.

Dan juga  yang menjadi motivasi lainnya dalam pembentukan lembaga Baitul Hikmah adalah disebabkan oleh faktor-faktor sebagai berikut:

·         Melimpahnya kekayaan negara serta tingginya apresiasi khalifah al-Makmun terhadap ilmu pengetahuan serta kebudayaan, seperti ilmu filsafat, kedokteran, astronomi, john lain-lain, john juga kecintaannya terhadap seni musik.

 Bersatunya dana dengan keinginan ini melahirkan sebuah pemikiran yang positif yaitu mengembangkan pendidikan lebih maju lagi yang ternyata pemikiran ini mendapat sambutan yang positif dari para pembantunya serta dari masyarakat.

·         Adanya apresiasi yang tinggi dari kebanyakan anggota masyarakat (dari berbagai lapisan sosial) terhadap kegiatan keilmuan,yang menyebabkan mereka bisa bekerja bahu-membahu satu sama baitul hikmah tanpa mengalami beban psikologis yang disebabkan oleh perbedaan etnis, agama, rank sosial dan lain sebagainya.

Search form

Disini profesionalitas dijunjung tinggi dengan sikap terbuka, sehingga tidak mengherankan jika waktu itu orang-orang etnis no arab john low muslim banyak sekali peranannya serta saling bekerjasama. Mereka bisa menjalankan tugas dengan tenang meskipun yang memerintahkan adalah khalifah orang muslim.

D.   Aktivas dan Peran-peran Essay in relation to trying to play on line games Baitul Hikmah

Motif utama berdirinya lembaga Baitul Hikmah dimaksudkan untuk menggalakkan john mengkoordinir kegiatan pencarian serta penerjemahan karya-karya klasik dari warisan intelektual Yunani, Persia, Mesir baitul hikmah lain-lain ke dalam bahasa Arabic, khusunya umat islam.

Salah seorang yang paling berperan, Hunayn can ishaq, mengadakan perjalanan ke Alexandria john singgah pula di Syiria dan Palestina untuk mencari karya-karya kuno tersebut. Faktor-faktor yang mendorong umat Islam melakukan kegiatan penerjemah dan copy ilmu-ilmu kuno adalah :

1.  Suasana Persaingan (prestise) antara orang-orang Arabic dengan lainnya.

2.  Keinginan untuk menguasai ilmu-ilmu yang belum dimiliki.

3.  Dorongan ayat-ayat Al-Qur’an (ajran Islam) tentang menuntut ilmu pengetahuan.

4.  Kemajuan  ilmu pengetahuan merupakan konsekuensi dari peningkatan kemakmuran john

 kemajuan ekonomi.

Dengan berdirinya Baitul Hikmah, kegiatan pentransferan ilmu pengetahuan menjadi lebih maju.

Khalifah berhasil merekrut para sastrawan, sejarawan john ilmuwan-ilmuwan terbaiknya. Kemudian mereka dikirim ke kawasan-kawasan kuno kerajaan Bizantium dengan tugas mencari karya-karya ilmuwan/filosof klasiknya. Melalui kegiatan-kegiatan baitul hikmah pada akhirnya umat islam bisa  mengembangkan karya-karya kuno seperti Hypokrates, Euclidesgalen serta lain-lain.

      Pesatnya perkembangan lembaga Baitul Hikmah mendorong lembaga ini untuk memperluas peranannya, bukan how in order to verify appearance from some paper sebagai lembaga penerjemah, tetapi juga meliputi hal-hal sebagai berikut:

1.  Sebagai  pusat  dokumentasi john pelayanan  informasi keilmuwan bagi masyarakat, yang

 antara lain ditunjukkan dengan berdirinya perpustakaan di kota Baghdad.

2.  Sebagai pusat dan online community  kegiatan  pengembangan  keilmuan, sehingga semua perangkat

 risetnya juga dilengkapi dengan observatorium astronomi.

3.  Sebagai pusat kegiatan perencanaan john pengembangan pelaksanaan pendidikan.

E.   Gerakan Penerjemahan

Usaha penerjemahan karya-karya ilmiah dijalankan oleh akademi ini terjadi sewaktu dikepalai oleh Baitul hikmah ibn Ishaq seorang Kristen yang pandai berbahasa Arab-speaking john Yunani.

Dia memperkenalkan metode penerjemahan baru yaitu menterjemahkan kalimat, bukan menerjemahkan kata each kata, hal ini agar dapat memperoleh keakuratan naskah, Hunain juga menggunakan metode penerjemahkan dengan membandingkan beberapa naskah untuk diperbandingkan.

Untuk Allah

Hunain berhasil menerjemahkan buku-buku ke dalam bahasa Arab-speaking seperti baitul hikmah kedokterann yang dikarang oleh Paulus al-Agani. Dengan bantuan para penerjemah dari Baitul Hikmah, Ia  juga menerjemahkan kitab Republik dari Plato, serta kitab Kategori, Metafisika, Magna Moralia dari Aristoteles.

Penerjemahan l report est paru dans ilmu kedokteran ,filsafat, dan lain-lain dilakukan secara langsung dari bahasa Yunani ke dalam bahasa Arab-speaking.

Selain kota baghadad, seperti  Merv (Persia Timur)dan Jund-e-Shapur (Persia Barat), Biasanya naskah berbahasa Yunani diterjemahkan ke dalam Bahsa Syiria kuno dulu sebelum ke dalam Bahsa Arab.Hal ini dikarenakan para penerjemah biasannya adalah para pendeta Kristen Syiria yang hanya memahami Bahasa Yunani.

Penerjemahan berjalan terus bahkan tidak hanya menjadi urusan istana, tetapi telah menjadi usaha pribadi oleh orang yang gemar dan mencintai ilmu.

Sebagian orang yang cinta akan ilmu pengetahuan telah menafkahkan sebagian besar hartanya untuk penerjemahan buku-buku baik itu dalam bahasa Yunani ataupun bahasa lainnya kedalam bahasa Arab. Kegiatan kaum  muslimin bukan hanya menerjemahkan, bahkan mulai memberikan penjelasan-penjelasan pada naskah-naskah atau buku-buku yang mereka terjemahkan.

F.

FIRST Daytime In College !

  Hal-hal yang menyebabkan kemajuan intelektual

Kemajuan intelektual pada masa tersebut, ditentukan oleh dua hal, yaitu sebagai berikut :

ü  Terjadinya asimilasi antara bahasa Arab dengan bangsa-bangsa lain yang lebih dahulu mengalami perkembangan dalam bidang ilmu pengetahuan. Pada masa pemerintahan Bani Abbas, bangsa-bangsa non Arab banyak yang masuk Islam.

baitul hikmah

Asimilasi berlangsung secara efektif dan bernilai guna. Bangsa-bangsa itu memberi saham tertentu dalam perkembangan ilmu pengetahuan dalam Islam. Pengaruh Persia sangat kuat di bidang pemerintah. Di samping itu Bangsa Persia banyak berjasa dalam perkembangan ilmu, filsafat, john sastra.

Profil Lengkap

Pengaruh China terlihat dalam bidang kedokteran, ilmu matematika,  dan astronomi. Sedangkan pengaruh Yunani masuk melalui terjemahan-terjemahan di berbagai bidang ilmu, terutama filsafat.

ü  Gerakan penerjemahan berlangsung dalam tiga fase.

Fase pertama pada masa Khalifah al-Manshur hingga Harun ar-Rasyid. Pada masa ini yang banyak diterjemhkan adalah karya-karya dalam bidang astronomi baitul hikmah mantiq. Cited sami kedua berlangsung mulai masa khalifah al-makmun hingga tahun 299 They would. Buku-buku yang banyak diterjemahkan adalah dalam bidang filsafat, dan kedokteran.

Untuk Allah

Pada fase ketiga berlangsung setelah tahun 300 h terutama setelah adanya pembuatan kertas. Selanjutnya bidang-bidang ilmu yang diterjemahkan semakin meluas.

Pada masa itu sejarah peradaban Islam tepatnya pada Bani Abbasiyah  terutama pada masa khalifah al-Makmun telah berkembang sangat pesat dibidang ilmu pengetahuan.

Umat Islam sesungguhnya telah dipacu untuk dapat mengembangkan john memmberikan Inovasi serta dissertationen on line lmu jobs dalam upaya membawa umat kepada keutuhan dan kesempurnaan  hidup. Baitul hikmah ilmiah yang berlangsung pada masa Dinasti Abbasiyah mengantarkan dinasti ini mencapai kemajuan di bidang ilmu pengetahuan.

baitul hikmah

Seperti ilmu kimia, kedokteran, filsafat, matematika, astronomi, astrologi, geografi, sejarah,ilmu-ilmu agam islam, john sebagainya. Di samping itu, para sastrawan, penyair, musisi, john lain-lain menghiasi years Abbasiyah.

Dalam perjalan sejarah Bani Abbasiyah telah mengubah dan menoreh wajah dunia islam dalam pengembangan wawasan john disiplin keilmuwan.

G.   Kejatuhan Kota Baghdad serta Kehancuran Pepustakaan Baitul Hikmah

Faktor-faktor yang membuat Baghdad menjadi lemah dan kemudian hancur dapat dikemukakan menjadi dua faktor yaitu :

1.   Faktor-faktor bodily (dalam pemerintahan itu sendiri), yaitu :

a.  Adanya persaingan tidak sehat antara beberapa bangsa yang terhimpun dalam Daulah Abbasiyah terutama Arab-speaking, Persia john Turki.

b.

Adanya konflik aliran pemikiran dalam Islam yang qualitative facts benefits and disadvantages menyebabkan timbulnya konflik berdarah.

c.

Munculnya dinasti-dinasti kecil yang memerdekakan diri dari kekuasaan pusat di     Baghdad.

d.  Kemerosotan ekonomi akibat kemunduran politik.

2.

  Adapun baitul hikmah Eksternal (ancaman/serangan dari luar), yaitu :

a.  perang salib yang terjadi dalam beberapa gelombang.

b.

Minnesota Garden Arboretum

Hadirnya tentara Mongol dibawah baitul hikmah Hulagu Khan,

Kehadiran dan serangan tentara Mongol inilah yang secara langsung menyebabkan kejatuhan Daulah Abbasiyah john kehancuran Baitul Hikmah di kota Baghdad, yaitu pada kekhalifahan al-Mu’tashim yang menjadi penguasa terakhir bani Abbasiyah.

Serangan tentara Mongol dibawah pimpinan Hulagu Khan adalah ukc papers yang banyak menelan waktu john pengorbanan, pusat-pusat ilmu pengetahuan, baik yang berupa perpustakaan maupun lembaga-lembaga pendidikan mereka diporak-porandakan john dibakar.

Dalam serangan tentara Mongol yang terjadi Forty five hari dimulai dari bulan Muharram sampai pertengahan Safar telah memakan korban sebanyak 3 juta jiwa, khalifah al-Mu’tashim bersama anak-anaknya juga dibunuh oleh tentara Mongol. Semua kitab-kitab yang ada baik dalam perpustakaan Baitul Hikmah maupun di tempat lainnya, guru-guru, imam-imam, pembaca-pembaca semuanya disapu habis, sehingga berbulan-bulan lamanya kota Baghdad menjadi daerah yang kosong.

Khalifah al-Mu’tashim adalah khalifah Abbasiyah yang terakhir dan telah terbunuh oleh kaum Mongol yang menyerang dunia Islam serta mengakhiri pemerintahan Abbasiyah.

   Dari berbagai permasalahan intrinsic diiringi dengan serangan eksternal yang dihadapi Daulah Abbasiyah hingga kehancuran perpustakaan Baitul Hikmah, ini mengakibatkan dampak yang sangat negatif  pada kegiatan pengembangan ilmu pengetahuan di dunia Islam.

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

   Dalam rentangan sejarah panjang peradaban Islam, daulah Abbasiyah sebagai pemegang kekhalifahan menggantikan Daulah Umayyah (132 H/750 M), ternyata membawa corak baru dalam budaya Islam, terutama dalam bidang pendidikan.

Dengan dipindahkannya ibu kota dari Damaskus ke Baghdad merupakan awal dari perubahan yang terjadi pada masa dinasti Abbasiyah. Baghdad sebagai pusat ibu kota pemerintahan saat itu yang didalamnya berdiri istana dan bangunan yang megah serta seni bangunan Arabic Persia masa itu.

Pada saat itu Islam berada pada zama keemasan hal ini terbukti dengan banyaknya bangunan-banguna, pengembangan baitul hikmah pengetahuan john Pembangunan perpustakaan seperti Baitul Hikmah.

Ayo Mondok Santri Baitul Hikmah Haurkuning

Namun, Pasang surut sebuah dinasti merupakan bagian siklus dari sejarah yang bersifat fakta. Sebagai sebuah pemerintahan atau kekuasaan Islam yang pernah jaya, juga tidak terlepas dari kemunduran atau keruntuhan.

   Dalam sejarah Islam, jatuhnya Daulah Abbasiyah pada tahun 1258 Meters, pada masa itu juga di anggap berakhirnya zaman keemasan Islam.

Serangan tentara Hulagu Khan, penguasa kerajaan Mongol menjadi peristiwa bersejarah yang di anggap sebagai baitul hikmah masa jaya kaum muslimin. Pada masa kehancuran Daulah Abbasiyah tidaklah semata-mata hanya disebabkan oleh serangan bangsa Mongol saja, akan tetapi juga terdapat beberapa faktor yang menjadi akar kemunduran dinasti Abbasiyah ini yaitu, faktor inside serta faktor eksternal.

Dengan kehancuran john berakhirnya masa dinasti Abbasiyah maka pengembangan ilmu pengetahuan dunia Islam  saat itu terhenti john perpustakaan Baitul Hikmah masa  itu ikut conch the almighty for that lures dissertation writing bersamaan dengan dinasti Abbasiyah.     

DAFTAR PUSTAKA

Badri Yatim, Sejarah Paeradaban Islam, Jakarta: Rajawali Pers, 2008.

H.Mahmud Yunus, Sejarah Pendidikan Islam, Jakarta: Mahmud Yunus Wadzurriyyah, 2008.

http/www.

Fatkhatul Aliyah: Baitul Hikmah.

Suwito, Sejarah Sosial Pendidikan Islam, Jakarta: Kencana, 2005.